|*V.O.D*|~Brother'z~RN*

Sabtu, 28 Januari 2012

resume buku buku pintar PLPG


BAB I

1.      PROFESIONALISME GURU
Bedasarkan undang-undang republik Indonesia No.14 tahun 2005 tentang guru dan dosen bab 1 pasal 1 ayat 1, dinyatakan bahwa guru adalah pendidik profesinal dengan tugas utama mendidik,mengajar membimbin,mengajar ,membimbing,mengarahkan,melatih,menilai,dan mengevaluasi.Sedangkan yang dimaksud degan profesional itu sendiri, menurut undang-undang republik Indonesia No.14 tahun 2005 tentang guru dan dosen bab 1 pasal 1 ayat 4 adalah sebagai berikut:professional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seorang guru dan menjadi sumber penghasilan.
Ciri khas seorang guru professional adalah,pertama menguasai secara baik suatu bidang tertentu,kedua mempunyai komitmen moral yang tinggi atas kerja yang tercermin dikode etik profesinya.
Berukut adalah profesionalisme yang harus diiliki oleh guru:
v  Penguasaan terhadap ilmu pengetahuan dalam bidang tertentu dan ketekunan dalam mengikuti ilmu yang diketahui
v  Ketaatan dalam melaksanakan,enjujung tinggi etika keilmuan,serta kemampuannya dalam memehami da menghormati nilai-nilai social yang berlaku dilingkungannya
v  Kemampuan seseorang dalam menguasai ilmu yang dikuasai
v  Besarnya tanggung jawab terhadap Tuhan Yang Maha Esa,bangsa,Negara,dan masyarakat,keluarga serta diri sendiri
Guru yang professional adalah sosok guru yang memiliki intelektual,skil,moral dan semangat juang yang tinggi.Sehingga dengan demikian bersama guru dan tenaga kerja yang professional yang menjunjung tinggi terhadap nilai pendidik.


2.      MEMAHAMI PROFESI GURU

A.Pengertian profesi guru
1.      Menurut karta dinatap,profesi guru adalah orang yang memiliki latar belakang pendidikan keguruan yang memadai keahlian guru dalam melaksanakan tugas pendidikan.
2.      Menurut nasanius, 1998 mengatakan,profesi guru ialah kemampuan yang tidak dimiliki oleh warga masyarakat pada umumnya yang tidak pernah mengikuti pendidikan keguruan.ada beberapa yang dapat dilakukan guru sebagai tenaga pendidik antara lain:
a.       Sebagai tenaga pekerja professional dengan fungsi mengajar dan melatih
b.      Pekerja kemanusiaan dengan fungsi dapat meralisasikan seluruh kemampuan yang dimiliki.
c.       Sebagai petugas kemasyarakatan dengan fungsi mengajar dan mendidik masyarakat menjadi warga Negara yang baik.
B.Kode etik guru
Sumpah profesi dank ode eik guru sebagai rambu,rem,dan pedoma dalam tindakan guru yang bertanggung jawab denga profesi maupun hasil pengajaran yang diberikan pada siswa.
Berikut ini uraian mengenai kode etik guru:
·         Guruberbakti membimbing peserta didik untuk membentuk menusia Indonesia seutuhnya berjiwa pancasila
·         Guru memiliki dam melaksanakan  kejujuran professional
·         Guru berusaha memperoleh informasi tenteng peserta didik.
·         Guru menciptakan suasan sekolah sebaik-baiknya yang menunjang berhasilnya proses belajar mengajar.
·         Guru memelihara hubungan baik dengan orang tua murid dan masyarakat sekitarnya untuk membina pran serta tanggungjawab terhadap pendidikan.
·         Guru secara pribadi  dan secara bersama sama mengembangkan dan meningkatkan mutu dan martabat profesinya.
·         Guru memelihara hubungan profesi semangat kekeluargaan dan kesetia kawanan nasional.
Pada prinsipnya profesionalisma guru adalah guru menjalankan tugasnya secara professional dan memiliki ciri ciri antara lain:
·         Ahli dibidang teori dan praktek keguruan
Guru yang professional adalan guru yang menguasai ilmu pengetahuan yang diajarkan dan ahli mengajar
·         Senang memasuki organisasi profesi keguruan
Suatu pekerjaan dikatakan jabatan professional salah satu syaratnya adalah pekerjaan itu memiliki organisasi profesi dan anggotanya senang memasuki organisasi profesi tersebu.Guru sebagai jabatan professional seharusnya memiliki organisasi ini.
3.      Sikap professional keguruan
-          Sikap terhadap peraturan perundang undangan
Guru merupakan unsure aparatur Negara dan abdi Negara.karena itu guru mutlak mengetahui kebijakan-kebijakan pemerintah dalam pendidikan sehingga dapat melaksanakan ketentuan-ketentuan.
-          Sikap terhadap organisasi profesi
Guru secara bersama-sama meningkatkan mutu organisasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian.keberhasilan usaha tersebut sangat tergantung kepada kesadaran para anggotanya dan rasa tanggung jawab,kewajiban para anggotanya.organisasi PGRI merupakan suatu system dimana unsure pembentuknya adalah guru-guru.
-          Sikap terhadap teman sejawat
Dalam ayat 7 kode etik guru disebutkan bahwa “guru memelihara hubungan seprofesi” semangat kekeluargaan,dan kesetiakawanan sosial.”ini berarti bahwa:
1.      Guru hndaknya menciptakan dan memelihara hubungan sesama guru dalan lingkungan dalam lingkungan kerjanya
2.      Guru hendaknya menciptakan dan memelihara semangat kekeluargaan dan kesetiakawanan social

-          Sikap terhadap anak didik
Dalam kode etik guru Indonesia dengan jelas dituliskan bahwa guru berbakti,membimbing peserta didik untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa pancasila. Dalam tutwuri terkandung maksud membiarkan peserta didik menuruti bakat dan kodratnya sementara guru memperhatikannya.dengan demikian membimbing mengandung arti bersikap menentukan kearah pembentukan manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa pancasila.

-          Sikap terhadap tempat kerja
Suasana yang baik ditempat kerja akan meningkatkan produktifitas dan guru berkewajiban menciptakan suasan yang demikian dalam lingkungannya. Suasana yang harmonis disekolah tidak akan terjadi bila personil yang terlihat didalamnya, hal ini dimaksudka untuk membina peran serta dan rasa tanggung jawa bersama terhadap pendidikan.

-          Sikap terhadap pemimpin
Sebagai salah seorang anggota organisasi,baik organisasi guru maupun organisasi yang lebih besar,guru akan berada dalam bimbingan dan pengawasan pihak atasan. Oleh sebab itu dapat kita simpulkan bahwa sikap seorang guru terhadap pemimpin harus positif.

-          Sikap terhadap pekerjaan
Profesi keguruan berhubungan dengan anak didik,yang secara alami mempunyai persamaan dan perbedaan. Agar dapat memberikan layanan yang memuaskan masyarakat,guru harus selalu dapat menyesuaikan kemampuan dan pengetahuan dengan keinginan dan permintaan masyarakat,dalam hal ini peserta didik dan para orang tuanya.

4.      Mutu guru Indonesia

    Persoalan pendidikan secara umum selama ini belum tersentuh dengan baik. Guru kerap menjadi pihak yang dipersalahkan ketika pendidikan menunjukan hasil yang mengecewakan. Terlepas dari itu,sebenarnya guru merupakan ujung tombak yang sangat menentukan bagaimana sebuah pembelajaran dilangsungkan.meskipun lagu itu didendangkan iwan fals “nasib” guru belum banyak berubah,tetap umar bakri yang bersahaja dan sederhana.
Guru tak bisa lagi dihibur dengan gelar “pahlawan tanpa tanda jasa” yang sangat identik dan sangat keprihatinan.sebaliknya,yang di butuhkan saat ini adalah tindakan nyata dari dari pemerintahan yang tidak terhenti pada lahirnya sebuah kebijakan baru yang tak terimplementasikan.dalam bahasa yang lebih lugas,mereka tidak mau menjadi guru karena penghargaan profesi guru secara ekonomi tergolong kecil.
Gilirannya yang mau menjadi guru adalah orang-orang yang tidak terlalu cerdas karena orang-orang cerdas lebih memilih profesi lain yang menurut opni masyarakat cukup menjanjikan.peningkatan status sosial budaya serta ekonomi guru memang salah satunya melalui peningkatan pendapatan,namun juga harus di barengi transformasi sosial budaya bahwa peningkatan mutu suatu bangsa sangat bergantung pada kualitas guru.

5.      Keterampilan mengelola kelas
Secara umum,keterampilan mengelola kelas dapat di asah melalui dua cara,yaitu melalui pengalaman dan melalui belajar.
-          Melalui pengalaman
Ini merupakan cara paling umum bagi guru dalam mengembangkan kemampuan penguasaan kelas. Berdasarkan pengalaman mengajar dari waktu kewaktu,guru mengenali karakteristik anak didik dan melakukan cara-cara jika untuk menyikapinya.
-          Melalui belajar
Sebagai sebuah keterampilan,tentu saja penguasaan kelas dapat di pelajari syarat pertama yang dilakukan adalah kesadaran guru itu sendiri.
-          Guru menyadari kekurangan dalam penguasaan kelas
Faktanya,tidak semua guru menyadari ketidakmampuannya,kekurangannya.itulah sebabnya sering muncul ungkapan-ungkapan yang berkonotasi menyalahkan siswa seperti,”kalau diajar,dia selalu ramai”.
-          Guru merasa membutuhkan untuk belajar
Guru menyadari kekurangannya dalam hal penguasaan kelas pasti merasa perlu belajar.selain pengalaman,keterampilan mengelola kelas dapat di pelajari melalui berbagai cara.
-          Belajar dari guru yang lain
Ini adalah pilihan paling praktis. Bila mengalami kesulitan dalam mengelola kelas guru yang sadar akan kekurangannya dapat berbagi pengalaman dengan guru lain perihal kiat-kiat mengendalikan kelas.
-          Membaca referensi mengenai kiat-kiat mengajar
Ini merupakan cara paling dianjurkan bagi setiap guru.padahal,saat ini sudah tersedia banyak buku dan artikel yang menyajikan tips-tips mengajar efektif.
-          Mengikuti pelatihan
Pengalaman kuliah pada umumnya belum memadai sebagai wahana latihan keterampilan penguasaan kelas.Guru yang berminat belajar harus menyambut baik bila ada pelatihan tentang kiat-kiat (starategi)mengajar.
-          Mengembangkan keterampilan komunikasi
Kunci utama penguasan kelas sebenarnya terletak kepada keterampilan kpmunikasi. Keterampilan komunikasi sebenarnya bukan semata kemampuan berbicara,tetapi berkaitan dengan kepribadian dan kecerdasan. Bobot kecerdasan seseorang selalu tampak dalam bahasanya. Guru berkepribadian pendiam sekalipun akan mudah berkomunikasi dengan baik bila kecerdasannya baik. Sebaliknya guru berkepribadian cerewet sekalipun akan terasa tanpa bobot dan mengalmi hambatan penguasaan kelas bila tidak mampu mengembangkan kecerdasannya sendiri.   
           

6.      AWAS PENYAKIT GURU
Bunyi 13 penyakit guru versi sms, yang jika diklasifikasikan nmenjadi tiga jenis keterampilan (skill),yaitukempuan personal (kepribadiaan),metodologis,dan teknis.pada aspek kemampuan kepribadian guru, penyakit yang disinyalir ada meliputi THT(tukang hitung transport),hipertensi(hiruk persoalkan tentang sertifikasi),kudis(kurang disiplin),dan asma (asal masuk).

7.PERAN GURU DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR

Ø  Guru Sebagai Demonstrator
Guru hendaknya senantiasa menguasai bahan atau materi pelajaran yang akan diajarkan serta senantiasa mengembangkannya dalam arti meningkatkan kemampuannya dalam hal ilmu yang dimilikinya karena hal ini akan sangat menentukan hasil belajar yang dicapai oleh siswa.
Ø  Guru Sebagai Pengelola Kelas
Guru hendaknya mampu mengelola kelas sebagai lingkungan belajar serta merupakan aspek dari sekolah yang perlu diorganisasi.
Ø  Guru Sebagai Mediator dan Fasilitator
Sebagai mediator guru hendaknya memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang media pendidikan karena media pendidikan merupakan alat komunikasi untuk lebih mengefektifkan proses belajar-mengajar.
Ø  Guru Sebagai Evaluator

8.PRINSIP-PRINSIP MENGEMBANGKAN OBJEK AJAR

·         PRINSIP MULTIMEDIA :Gunakan Teks dan Gambar!

Berdasarkan teori kognitif dan hasil-hasil riset disarankan untuk mengembangkan objek ajar yang memasukkan unsure-unsur kata dan gambar,bila memungkinkan ,bukan hanya kata saja.
·         Prinsip kedekatan: Dekatkan Gambar dengan teksnya
Dalam merancang objek ajar, perhatikan dengan cermat bagaimana tampilan gambar dan teks pada layar computer.
·         Prinsip modalitas:sajikan penjelasan sebagai narasi auditif,jangan dengan teks tertulis.
Bila animasi atau video ditayangkan ,dan diperlukan penjelasan mengenai tayangan animasi atau video trsebut,penjelasan itu sebaiknya diberikan secara terucap jangan tekstual.
·         Prinsip redundasi(tumpang tindih):penyajian narasi auditif dan tekstual sekaligus dapat menggangu.
Berdasarkan teori kognitif tentang multimedia, penambahan teks pada layar yang tumpang tindih dengan suara narasi speaker ,cenderung mempercepat terjadinya beban lebih kognitif. 
·         Prinsip koherensi: penambahan materi yang menarik tapi tidak sesui konteks bahasan cendrung mengganggu.
-          Cerita menarik yang mungkin terkait.
-          Musik latar dan suara-suara ilustrasi.















BAB II
.                 1 .kompetensi guru profesional
Kompetensi diartikan sebagai kemampuan,maka kompetensi guru adalah kemampuan seorang tenaga pengajar atau tenaga pendidik dalam menjalankan tugasnya.
Dalam panduan sertifikasi guru bagi LPTK tahun 2006 yang dikeluarkan direktur ketenagaan dirjen dikti depdiknas disebutkan bahwa kompetensi merupakan kebulatan penguasaan pengetahuan.
Ada 4 kompetensi guru yang disampaikan dalam peraturan pemerintahan yaitu:
-          Pertama,kompetensi padagogik yang menguasai karakteristik pesrta didik.
-          Kedua,kompetensi kepribadian,antara lain bertindak sesuai dengan norma agama.
-          Ketiga,yang antara lain bersikap insklusif bertindak objektif.
-          Keempat,kompetensi profesional,meliputi menguasai materi.

2. kompetensi pedagogik
Kompetensi guru merupakan seperangkat pengetahuan keterampilan dan perilaku yang harus dimiliki.kompetensi guru tersebut brsifat menyeluruh dan merupakan satu kesatuan yang satu sama lain saling berhubungan dan saling mendukung.
-          Pemahaman wawasan atau landasan kependidikan
Guru memiliki latar belakang pendidikan keilmuan sehingga memiliki keahlian secara akademik dan intelektual.merujuk pada sistem pengelola pembelajaran.
-          Pemahaman terhadap peserta didik
Guru memiliki pemahaman akan psikologi perkembangan anak,sehingga mengetahui dengan benar pendekatan yang tepat yang dilakukan pada anak didiknya.
-          Perkembangan kurikulum / silabus
Guru memiliki kemampuan mengembangkan kurikulum pendidikan nasional.
-          Perancangan pembelajaran
Guru memiliki merencanakan sistem pembelajaran yang memamfaatkan sumber daya yang ada
-          Pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis
Guru menciptakan situasi belajar bagi yang kreatif,aktif,dan menyenangkan.
-          Pemamfaaatan teknologi pembelajaran
Guru menggunakan teknologi dan media
-          Evaluasi hasil belajar
Guru memiliki kemampuan untuk mengevaluasi pembelajaran yang dilakukan meliputi perencanaan,respon anak,hasil belajar anak,metode dan pendekatan.

3. kompetensi kepribadian guru
Kompetensi kepribadian adalah kesiapan mental,kepribadian dan moralitas guru untuk mengembangakan amanah sebagai guru
-          Bertindak sesuai dengan norma agama,hokum,sosial,dan kebudayaan nasional.
-          Menampilkan diri sebagai pribadi jujur,berakhlak mulia,teladan bagi peserta didik masyarakat.
-          Manampilkan diri sebagai diri yang mantap stabil,dewasa.
-          Menunjukan etos kerja,tanggung jawab tinggi,rasa bangga menjadi gurudan percaya.
-          Menjunjung tinggi kode etik profesi guru.

4. kompetensi sosial guru
Kompetensi sosial guru adalah kemampuan guru dalam menjalin relasi yang positif,empetik,dan santun dengan atasan,sesama guru dan pegawai,wali dan masyarakat.
-          Bersikap inklusif,bertindak obektif terhadap peserta didik
-          Berkomunikasi secara efektif,empetik dan santun dengan sesame pendidik,tenaga kependidikan orang tua murid dan masyarakat.
-          Beradaptasi dengan keragaman budaya dan adat istiadat dan tempat bertugas di seluruh Indonesia.
-          Berkomunikasi dengan komunitas profesi sendiri dan profesi lain secara lisan dan tulisan.

5. kompetensi profesional guru
Kompetensi profesioanl guru adalah kemampuan melaksanakan tugas pokok guru di bidang pembelajaran secara optimal.
-          Menguasai materi,struktur konsep dan pola pikir keilmuan misalnya: Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, PKN,

6. pengembangan kompetensi guru melalui tik

Dunia pendidikan dituntut memahami teknologi informasikan dan komunikasi.masalah tersebut masih saja menjadi kendala dalam melaksanakan pembelajaran berbasis teknologi informasi. Ada dua metode yang dapat di gunakan dalam pembelajaran: pertama,guru meng-uploadyang akan disajikan untuk proses belajar. kedua,guru memferensikan materi yang akan di ajarkan ke sebuah website lain sesuai dengan materi yang bakal di dalam kelas.metode pembelajaran melalui media web merupakan salah satu pembelajaran yang sistematik dan berbasis teknologi computer yang bertujuan mempermudah peserta didik serta memperkaya wawasan dan pengetahuan.
Karena itu, sudah sewajarnya bila tenaga pendidik,untuk mata pelajaran apa pun, dituntut mampu menguasai ilmu teknologi informasi dan komunikasi.












BAB III

1.Sertifikasi guru
Sertifikasi guru adalah proses pemberian sertifikat pendidik kepada guru.sertifikat pendidik diberikan kepada guru yang telah memenuhi standar profesional guru.tujuan sertifikasi guru adalah menentukan kelayakan guru dalam melaksanakan tugas sebagai agen pembelajaran dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
Sertifikat bertujuan agar dapat menentukan kelayakan guru dalam melaksanakan tugas sebagai agen pembelajaran dapat mewujudkan tujuan pendidikan nasional,meningkatkan proses dan mutu hasil pendidikan,meningkatakn martabat guru,dan meningkatkan profesionalitas guru.
Jika biasa dikatan sertifikasi guru adalah proses pemberian sertifikat pendidik kepada guru.guru profesional merupakan  sarat mutlak untuk menciptakan sistem dan praktik pendidikan yang berkualitas.

2.Persyaratan peserta sertifikasi guru dalam jabatan tahun.2011

Persyaratan peserta sertifikasi guru dalam jabatan tahun 2011 adalah sebagai berikut:
-          Persyaratan umum
Guru yang masih aktif mengajar di sekolah di bawah binaan kementrian pendidikan nasional.
-          Persyaratan khusus untuk PFdan PLPG
Memilik kualifikasi akademik sarjana (S-1) atau diploma empat (D-IV),dan memiliki masa kerja sebagai guru (PNS atau bukan PNS) minimal 6 tahun.
Persyaratan khusus untuk yang mengikuti pemberian sertifikat secara langsung (PSPL).
Memiliki kualifikasi akademik magister (S-2) atau doktor (S-3) dari perguruan tinggi terakreditasi dalam bidang kependidikan atau bidang studi yang relevan dengan mata pelajaran di ampunya,atau guru kelas dan guru bimbingan dan konseling atau konselor.

3.      Kiat mengatasi kegagalan sertifikat

-          Peran aktif kepala sekolah
Proses sertifikasi guru telah berlangsung selama 2 tahun,yaitu tahu 2006 dan tahun 2007.alasan ini tak dapat lagi di gunakan pada tahun 2007. Maka munculah alas an lain-lain.misalnya seperti alasan ekonomi.

Ada 2 pelajaran yang dapat dipetik dari pengisian kekurangan kuota sertifikat guru tersebut.
1.      Adanyan kepala sekolah yang belum mempersiapkan guru untuk mengikuti uji sertifikat sewaktu-waktu ada permintaan.
2.      Walaupun terjadi penyimpanagan ktriteria penetapan peserta uji sertifikasi.

-          Kompromi agar guru merasa di perlakukan adil
Walaupun prioritas utama kriteria peserta uji sertifikasi guru adalah masa kerja atau pengalaman mengajar, kita tak boleh merupakan makna sertifikasi itu sendiri.
Ada jalan kompromi yang dapat di tempuh,jalan kompromi tersebut adalahkepala sekolah memberikan kesempatan kepada semua guru untuk mengisi barang sertifikasi dan kemudian menilai isian barang tersebut.

                  3 .Sistem penyelenggaraan PLPG
-          PLPG dilaksanakan oleh LPTK penyelenggaraan sertifikasi guru dalam jabatan yang telah di tetapkan pemerintah.
-          Penentuan pelaksanaan PLPG harus memperhatikan kelayakan untuk proses pembelajaran.
-          Rombongan belajar PLPG di upayakan satu bidang keahlian.

4 .Dasar hukum pelaksanaan PLPG
Di dalam undang- undang RI nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional. Guru profesional di persyaratkan memiliki kualifikasi akademik yang relevan dengan mata pelajaran yang diampunya dan menguasai kompetensi sebagai mana di tuntut oleh undang-undang guru dan dosen.
Guru dalam jabatan yang telah memenuhi persyaratan dapat mengikuti sertifikat melalui: pemberian sertifikat pendidik secara langsung,portopolio,pendidikan latihan profesi guru,atau pendidikan profesi guru.

5 .materi dan standar kompetensi PLPG

Materi PLPG disusun dengan memperhatikan empat kompetensi guru,yaitu kompetensi pedagogik,kompetensi profesional,kompetensi kepribadian,dan kompetensi sosial.
-          Standar kompetensi lulusan PLPG taman kanak-kanak.
Memiliki kepribadian yang mantap,stabil,dewasa,arif,berwibawa,dan berakhlak mulia.
-          Standar kompetensi lulusan PLPG SD/SDLB
Memahami karakteristik peserta didik.
-          Standar kompetensi lulusan PLPG SMP/SMP-LB
Mengusai keilmuan,kajian kritis dan pendalaman.
-          Standar kompetensi lulusan PLPG SMA/SMA-LB
Memiliki kepribadian yang mantap,stabil,dewasa.
-          Standar kompetensi lulusan PLPG SMK(kelompok maple adaptif dan produktif)
Memiliki kepribadian yang mantap,stabil,dewasa.

6 .syarat-syarat mengikuti PLPG
-          Peserta yang memilih pola PLPG secara langsung harus menyerahkan: fotokopi ijazah S-1 atau D-IV.
-          serta ijazah S-2 dan S-3 bagi yang memiliki dan di sahkan oleh perguruan tinggi yang mengluarkan.
-          fotokopi SK pengangkatan dan SK terakhir yang di sahkan oleh pejabat terkait fotokopi ijazah mengajar dari kepala sekolah yang di sahkan oleh atasan,
-          dan format A1 yang telah di tandatangani oleh LPMP dan dinas pendidikan kabupaten/kota.

7 .simulasi skenario workshop PLPG
·         Untuk guru kelas dan guru mata pelajaran penelitian tindakan atau penelitian kelas
   Workshop PTK merupakan tindak lanjut dari pendalaman materi PTK   sebelumnya.workshop dilakukan dengan scenario sebagai berikut.
-          Peserta difasilitasi instruktur mengindentifikasi masalah-masalah pembelajaran yang ada di kelas pada sekolah tempat tugasnya.
-          Peserta memilih masalah yang paling penting dan memerlukan pemecahan dengan segera.
·         Pengembangan perangkat pembelajaran.
-          Peserta difasilitasi instruktur melakukan orientasi dan diskusi model-model silabus ,rpp,lembar kerja siswa,rancangan bahan ajar,media,dan instrument asesmen.
-          Peserta  memilih standar kompetensi dan kompetensi dasar yang akan dikembangkan menjadi perangkat pembelajaran.
·         Bagi Guru BK
Program pelayanan bimbingan dan konseling(PPBK)
-          Peserta difasilitasi instruktur mengindentifikasi masalah-masalah layanan bimbingan yang pernah dilakukan.
-          Peserta memilih program layanan yang paling banyak ditemukan ditempat tugasnya.
·         Laporan Layanan Bimbingan Dan Konseling
-          Peserta difasilitasi instruktur mengindentifikasi layanan bimbingan yang belum dilaporkan.
-          Peserta memilih layanan bimbingan yang akan dilaporkan.
·         Bagi Guru yang diangkat dalam jabatan pengawas satuan pendidikan
Rencana Kepengawasan Manajerial
-          Peserta difasilitasi instuktur mengindentifikasi masalah-masalah manajerial yang ditemui disekolah binaannya.
-          Peserta memilih masalah yang paling banyak ditemukan di sekolah binaannya.
·         Rencana Kepengawasan Akademik
-          Peserta difasilitasi instruktur untuk mengindentifikasi sekolah-sekolah binaannya yang memiliki masalah akademik, missal : tahun lalu tingkat kelulusan hanya 20%.
-          Peserta memilih sekolah binaan yang masalah akademiknya paling parah.
·         Laporan Kepengawasan
-          Peserta difasilitasi instuktur untuk mengindentifikasi hasil kepengawasan yang belum dilaporakan
-          Peserta memilih hasil kepengawasan yang akan dilaporkan.
.                8. Ujian Dan penentuan Kelulusan PLPG
          Penyelenggaraan PLPG Diakhiri dengan ujian yang mencakup ujian tulis dan ujian  kinerja. Ujian tulis bertujuan untuk mengungkap kompetensi profesional dan pedagogik, ujian kinerja untuk mengungkap kompetensi profesional,pedagogik,kepribadian dan sosial.
·         Tampilan pertama ,untuk menilai kemampuan mengajar peserta.
-          Untuk 30 menit pertama, peserta melakukan praktik mengajar dengan menggunakan RPP yang disusun pada saat Workshop.
-          Pada 20 menit berikutnya peserta lain dan instruktur memberi masukan dan menilai dengan menggunakan IPPP.
·         Tampilan Kedua untuk menilai kemampuan kepengawasan manajerial peserta.
-          Peserta menunjukkan kemampuan kepengawasan manajerialnya dengan menggunakan RKM hasil workshop.
-          Peserta yang akan tampil mengemukakan masalah yang akan dipecahkan.
·         Tampilan Ketiga  untuk menilai kemampuan kepengawasan akademik           peserta.
-          Peserta menunjukkan kemampuan kepengawasan akademiknya dengan menggunakan RKA hasil workshop
-          Peserta yang akan tampil, memberikan rancangan pembinaan sekolahnya kepada pesrta laiinya.
·         Penilaian dan kelulusan ujian
-          Pada akhir setiap pertemuan (1 jp x jumlah peserta dalam kelompok kecil) semua peserta melaporkan hasil penilaiannya kepada assessor.
·         Skor Akhir Kelulusan (SAK)
SAK  :  Skor Akhir kelulusan PLPG
SUT   :  Skor Ujian Tulis(skor maks 100)
SUP    : Skor ujian praktik pembelajaran (skor maks 100)
HW    : Skor Hasil Workshop(skor maks 100)
SP       : Skor partisipasi dalam teori dan praktik pembelajaran                                                              (skor maks     100)
SS       :Skor teman sejawat(skor maks 100)
·         Pelaksanaan Ujian Ulang
   Ujian ulang hanya dilakukan satu kali,peserta yang tidak lulus ujian ulang dikembalikan ke dinas pendidikan untuk dilakukan pembinaan. Unuk itu, rayon LPTK perlu mengadakan workshop  untuk menghasilkan :
-          Bahan ajar dalam PLPG yang sudah direvisi atau bahan ajar baru.
-          Lembar penilaian kinerja peserta selama proses workshop dalam PLPG.
                 9. Tips Menjadi Guru Yang Dirindukan Siswa.
                     Istilah guru bisa diartikan digugu lan ditiru (dipercaya dan diteladani) artinya,sosok guru sangat dipercaya oleh siswa dan segala perilaku guru dicontoh anak didiknya.Keberadaan dua tipe siswa yang bertolak belakang tersebut menciis,khususnyaptakan perbedaan psikologis ,khususnya kondisi emosi,guru terhadap siswa. Kondisi seperti itu ternyata mempengaruhi metode pembelajaran terhadap siswa. Jika kondisi seperti itu dibiarkan, apalagi kalau sampai menjadi model pembelajaran si guru, bisa dipastikan siswa tidak akan belajar. Kalau sudah begitu, tak jarang guru akan mengambil jalan kekerasan.
       
               10. Tips Meningkatkan profesionalisme guru
                    Dewasa ini perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi laju pesat,                    cenderung tak terkendalikan bahkan hamper-hampir tak mampu dielakkan oleh dunia pendidikan. Dalam kaitannya dengan pendidikan,bahwa pendidikan nasional dewasa ini sedang dihadapkan pada empat krisis pokok, yang berkaitan dengan kuantitas, relevansi,atau efisiensi,eksternal,elitism,dan manajemen.
-          Berkaitan dengan kebijaksanaan pembangunan nasional yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia ,maka kualifikasi sumber daya manusia yang perlu dimiliki dan cocok dengan kebutuhan di masa datang adalah :
v  Sumber daya manusia yang memiliki sikap mandiri dalam melaksanakan tugas dan kooperatif dalam memberikan kontribusi kepada pencapaian tujuan.
v  Menguasai IPTEK yang relevan dengan jenis ragam kondisi fisik sosial ekonomi dan budaya Indonesia dan cocok dalam menghadapi IPTEK
v  Mampu belajar cepat dan beradaptasi dengan perkembangan IPTEK.

·         Program Pre Service Education
      Program Pre Service Education yaitu upaya meningkatkan profesionalisme dengan penyaringan yang selektif terhadap calon guru dengan memperhatikan kualitas dan moralnya.
·         Program in Service Education
Program in Service Education yaitu memotivasi guru agar dapat memperoleh pendidkan yang lebih tinggi melalui pendidikan lanjutan.
·         Program in Service Training
Program in Service Training yaitu suatu aktivitas yang berupa pelatihan-pelatihan ,penataran,workshop,kursus-kursus,seminar,diskusi atau mimbar yang dilakukan oleh intern kelembagaan atau ekstern kelembagaan.


·         Program on Service Training
Program on Service Training yaitu melalui kegiatan tindak lanjut atau follow up yang dilakukan dengan mengadakan pertemuan berkala atau rutin diantara para guru dan agar selalu memelihara hubungan sejawat koprefesian, semangat kekeluargaan dan kesetiakawanan sosial.

              11. Tips Pintar Menyusun Portofolio sertifikasi Guru
Ø  Sepuluh Komponen Portofolio
     Penilaian portofolio dalam konteks sertifikasi bagi guru dalam jabatan pada hakikatnya adalah bentuk uji kompetensi untuk memperoleh sertifikat pendidik.

 Portofolio guru terdiri atas 10 komponen, yaitu :
o   Kualifikasi akademik
o   Pendidikan dan pelatihan
o   Pengalaman mengajar
o   Perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran
o   Penilaian dari atasan dan pengawas
o   Prestasi akademik
o   Karya pengembangan profesi
o   Keikutsertaan dalam forum ilmiah
o   Pengalaman organisasi di bidang kependidikan dan sosial
o   Penghargaan yang relevan dengan bidang pendidikan.
Ø  Penyusunan Portofolio
Portofolio disusun dengan urutan sebagai berikut:
ü  Halaman sampul
ü  Daftar isi
ü  Instrument portofolio, yang meliputi identitas peserta dan pengesahan, dan komponen portofolio yang telah diisi.
ü  Bukti fisik atau portofolio meliputi kualifi,kasi akademik,pendidikan dan pelatihan,pengalaman mengajar, perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran.

12. Tips Menyusun Proposal PTK
      Menyusun proposal penelitian tindakan kelas adalah kegiatan. gampang-gampang susah. 
Dalam Menyusun proposal PTK, ada beberapa hal yang harus anda cermati yaitu sebagai berikut :
ü  Judul
ü  Pendahuluan
ü  Rumusan dan pemecahan masalah
ü  Tujuan dan manfaat
ü  Kajian pustaka
ü  Metodologi penelitian
ü  Jadwal penelitian
ü  Hasil penelitian dan pembahasan
ü  Daftar pustaka

13. Tips persiapan mengikuti PLPG
          Kegiatan berbentuk workshop dengan 2 kegiatan utama workshop yaitu sebagai berikut:




Ø  Workshop penelitian tindakan kelas dan penulisan karya tulis
Dalam kegiatan workshop PTK,jadikan permasalahan kegiatan pembelajaran di kelas sebagai materi pokok tulisan.
Membuat rancangan proposal PTK yang sekurang-kurangnya mengandung unsure
sbb:

o   Judul
o   Latar brlakang masalah
o   Rumusan masalah
o   Kajian teori,walaupun hanya pada point-point yang akan dibahas
o   Metodologi PTK yang sekurang-kurangnya berisi setting,scenario PTK dan kriteria keberhasilan PTK.
Ø  Workshop pengembangan dan pengemasan perangkat pembelajaran
     Workshop berlangsung selama 32 jam pertemuan.

  14. Tips Sukses Lulus PLPG
                        Sebelum PLPG atau persiapan
v  Pastikan bahwa diri anda termasuk peserta PLPG, bisa di cek di dinas pendidikan atau kantor depag kabupaten.
v  Cek lokasi PLPG,ada di surat tugas yang diberikan dinas pendidikan atau kantor depag kabupaten.
v  Jika ada teman yang satu kabupaten dengan anda yang juga ikut PLPG, hubungi siapa tahu bisa berangkat berombongan ,terutama jika lokasi PLPG cukup jauh dari kota anda.

                             Selama PLPG                       
v  Setelah kita sampai di lokasi PLPG,maka daftarkan diri anda ke panitia untuk mendapatkan kamar/penginapan serta kelas PLPG anda.
v  Saling berkenalan dengan sesame teman sekelas PLPG
v  Jangan duduk terlalu belakang didalam kelas, hal ini berkaitan dengan penglihatan dan perhatian kita selama pelajaran
v  Baca buku panduan PLPG yang kita terima biasanya ada beberapa soal ujian nantinya yang keluar dari buku itu.selain itu ,perhatikan baik-baik selama materi PLPG disampaikan.


















Daftar Isi
BAB I
-          Profesionalisme guru
-          Memahami profesi guru
-          Sikap professional keguruan
-          Mutu guru Indonesia
-          Keterampilan mengelola kelas
-          Awas penyakit guru
-          Peran guru dalam proses belajar mengajar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar